- Back to Home »
- tips n cerpen »
- cerpen Terimakasih Sahabatku
Halo! Namaku Eryka. Aku adalah anak yang termasuk pintar. Tapi aku
nggak jago melukis. Padahal, aku pingin banget ikut lomba melukis.
“Son, kamu enak ya, jago melukis.” Kataku kepada Sonya, sahabatku.
“Lho, kamu lebih enak! Semuanya jago, kecuali melukis. Lebih enak kamu
tau dari aku!” Seru Sonya. “Iya juga sih…” Kataku malu.
“Er, Mau aku ajarin melukis gak?” Tawar Sonya. “Yang bener?” Seruku
kaget. Sonya mengangguk kepalanya. “So pasti! Besok bisa?” Tanyaku.
“Hmm… Kebetulan gak ada acara sih. Oke deh!” Seru Sonya.
Aku gembira sekali. Aku senang punya teman seperti Sonya. Aku tidak
sabar untuk hari esok. Malah, aku udah nyiapin buku gambar, pensil,
penghapus, dan krayon dari hari ini.
Hari ini, aku berlatih melukis. Pertama aku diajari untuk menggambar
mahluk hidup. Manusia, kepalanya harus alami. Biarpun imajinasi, harus
tetap alami. Lalu aku diajarkan menggambar tentang alam. Barulah aku
diajarkan mewarnai. Untuk campuran warna, harus tepat digunakan, agar
terlihat bagus.
“Sonya, makasih banyak ya. Udah ngajarin aku.” Kataku kepada Sonya.
“Ah, nggak usah berterima kasih, Eryka. Sesama teman kan harus
membantu.” Jawab Sonya. “Ya, kamu betul. Oke deh, sampai jumpa besok
ya!” Seruku. “Dadah Eryka! Sering-sering mampir ya!” Katanya sambil
melambaikan tangan.
Saat sekolah, aku mendaftarkan diri untuk ikut lomba mewarnai. Aku
yakin, aku pasti bisa! Papa, mama, dan Sonya menyemangatkanku. Aku
semakin yakin.
Hari lomba pun tiba. Delapan puluh persen aku yakin menang, dua puluh persen aku tidak yakin, hehehe.
Aku menggambar tentang anak perempuan dan anak laki-laki berjabat
tangan dan melihat alam yang indah. Aku yakin tapi tidak sombong.
Saat Mr.Joseph, guru melukis membacakan pengumuman pemenang, ternyata
aku juara satu lho! Aku sangat senang. Saat lomba usai, Sonya
menghampiriku. “Eryka, selamat ya!” Seru Sonya. “Makasih ya Sonya!”
Seruku. Sungguh, pengalaman yang berkesan buatku.